Bayangkan seseorang berhasil masuk ke rumah Anda, tetapi tidak langsung mengambil barang. Ia justru bersembunyi, mempelajari isi rumah, mencari dokumen penting, dan membuat ystem kunci. Setelah semuanya siap, barulah ia mengambil apa yang diinginkan.
Kurang lebih seperti itulah cara kerja malware GoSerpent yang diungkap Kaspersky. Malware ini digunakan dalam operasi spionase siber dengan sasaran utama instansi pemerintah dan kantor ystemrc di Asia Tenggara. Tujuannya bukan sekadar merusak ystemr, tetapi mempertahankan akses dan mengumpulkan informasi secara diam-diam.
GoSerpent dapat membantu pelaku mengumpulkan dokumen, mencuri informasi login, mengendalikan ystemr dari jarak jauh, hingga menggunakan ystemr korban sebagai perantara untuk mengakses jaringan lain. Dengan memanfaatkan akun yang terlihat sah, pelaku bisa berpindah dari satu ystemr ke ystemr lainnya tanpa terlihat seperti serangan biasa.
Yang lebih mengkhawatirkan, pencurian data tidak selalu dilakukan sekaligus. Data dapat dikumpulkan selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dikirim keluar dari jaringan korban. Artinya, ystemr yang terlihat normal belum tentu benar-benar aman.
Pesannya sederhana: jangan hanya mencari tanda ystemr rusak. Perhatikan juga aktivitas yang tidak biasa. Karena dalam serangan siber modern, pelaku bisa saja sudah berada di dalam ystem tanpa membuat keributan.
Sumber : csirt.or.id