Serangan Ransomware Kini Bisa Dilakukan AI Tanpa Campur Tangan Hacker

By Bidang Persandian dan Keamanan Informasi in Berita Keamanan Siber

Berita Keamanan Siber
Kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya membantu pekerjaan manusia, tetapi juga mulai dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Peneliti dari perusahaan keamanan siber Sysdig menemukan sebuah serangan ransomware yang hampir seluruh prosesnya dijalankan secara otomatis oleh agen AI, tanpa perlu dikendalikan terus-menerus oleh seorang hacker.

Agen AI tersebut mampu mencari celah keamanan pada server, masuk ke dalam sistem, mencuri data penting, berpindah ke server lain, hingga mengenkripsi data korban secara mandiri. Serangan ini menunjukkan bahwa AI kini dapat menjalankan rangkaian serangan siber yang kompleks secara otomatis.

Serangan dimulai dengan memanfaatkan sistem yang belum diperbarui. Setelah berhasil masuk, AI langsung mencari informasi penting seperti akun administrator, kata sandi, API key, hingga akses ke layanan cloud. Jika menemukan pengaturan bawaan yang belum diganti, AI dapat memperoleh akses lebih luas dengan sangat cepat.

Setelah menguasai sistem, AI kemudian mengenkripsi data dan menghapus database korban. Yang lebih mengkhawatirkan, kunci untuk membuka data yang telah dienkripsi tidak disimpan, sehingga data hampir tidak mungkin dipulihkan meskipun korban membayar uang tebusan.

Temuan ini menjadi peringatan bahwa perkembangan AI juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat dan memperluas serangan siber. Server yang masih menggunakan perangkat lunak lama atau memiliki konfigurasi keamanan yang lemah akan menjadi sasaran yang paling mudah.

Untuk mengurangi risiko, organisasi disarankan selalu memperbarui sistem dan aplikasi, mengganti akun serta kata sandi bawaan, menyimpan data penting di tempat yang lebih aman, serta memantau aktivitas sistem secara rutin agar ancaman dapat dideteksi lebih cepat.

Di era AI seperti sekarang, menjaga sistem tetap diperbarui dan menerapkan keamanan yang baik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan langkah penting untuk melindungi data dan layanan dari ancaman siber yang semakin canggih.

Sumber: csirt.go.id 
Back to Posts