Komputer yang kita pakai sehari-hari—laptop, ponsel, hingga server—akan menghadapi “saingan baru” dalam beberapa tahun ke depan: komputasi kuantum. Menurut IBM, teknologi ini bukan lagi sekadar konsep laboratorium, melainkan sesuatu yang akan mulai berdampak nyata sekitar tahun 2030.
Masalahnya, banyak perusahaan belum siap.
Apa Itu Komputasi Kuantum (Versi Singkat)?
Kalau komputer biasa menghitung langkah demi langkah, komputer kuantum bisa mengolah banyak kemungkinan sekaligus. Hasilnya? Masalah yang butuh waktu bertahun-tahun bagi komputer biasa, bisa diselesaikan jauh lebih cepat—setidaknya untuk jenis masalah tertentu. Komputasi kuantum bukan pengganti komputer sekarang, tapi semacam “mesin khusus”
untuk:
Masalahnya, banyak perusahaan belum siap.
Apa Itu Komputasi Kuantum (Versi Singkat)?
Kalau komputer biasa menghitung langkah demi langkah, komputer kuantum bisa mengolah banyak kemungkinan sekaligus. Hasilnya? Masalah yang butuh waktu bertahun-tahun bagi komputer biasa, bisa diselesaikan jauh lebih cepat—setidaknya untuk jenis masalah tertentu. Komputasi kuantum bukan pengganti komputer sekarang, tapi semacam “mesin khusus”
untuk:
- Perhitungan super rumit
- Optimasi besar-besaran
- Simulasi molekul, keuangan, dan AI tingkat lanjut
Kenapa IBM Bilang Dunia Usaha Belum Siap? Dalam riset IBM terhadap lebih dari 2.000 eksekutif global, muncul fakta menarik:
- Hampir 60% pimpinan percaya komputasi kuantum akan mengubah industri mereka
- Tapi hanya sekitar 27% yang benar-benar menyiapkan strategi untuk menggunakannya
Artinya, banyak yang yakin dampaknya besar, tapi belum bertindak apa-apa.
Fokus ke AI, Tapi Lupa “Mesin di Baliknya”
Saat ini, hampir semua perusahaan sibuk mengejar AI. Itu wajar. Namun IBM mengingatkan: AI yang makin pintar justru butuh tenaga komputasi lebih besar.
Di sinilah komputasi kuantum berperan:
- Membantu AI memproses masalah yang terlalu berat
- Bekerja berdampingan dengan komputer biasa dan AI
- Menjadi “pendorong tambahan”, bukan pengganti
Ini Bukan Teori, Sudah Ada Contohnya
Beberapa perusahaan besar sudah mulai mencoba:
Beberapa perusahaan besar sudah mulai mencoba:
- Perusahaan obat memakai komputasi kuantum untuk membantu desain obat dan vaksin
- Sektor keuangan bereksperimen untuk optimasi risiko dan strategi perdagangan
Hasilnya belum “ajaib”, tapi cukup membuktikan bahwa teknologi ini sudah bisa dipakai untuk kasus nyata.
Risiko Kalau Terlalu Santai
IBM mengingatkan, bahaya terbesar bukan cuma ketinggalan teknologi, tapi:
- Tidak siap saat sistem keuangan, logistik, atau keamanan berubah
- Terkejut ketika standar keamanan lama mulai tidak aman
- Kehilangan daya saing karena pesaing sudah lebih dulu belajar
Perubahan akibat komputasi kuantum kemungkinan datangnya pelan, tapi efeknya bisa luas
dan dalam.
Jadi, Harus Ngapain Sekarang?
IBM tidak menyarankan perusahaan langsung beli komputer kuantum.
Yang penting justru:
dan dalam.
Jadi, Harus Ngapain Sekarang?
IBM tidak menyarankan perusahaan langsung beli komputer kuantum.
Yang penting justru:
- Mulai belajar dan memahami dampaknya
- Bangun SDM dan kemitraan
- Siapkan strategi jangka panjang, termasuk keamanan digital
Kesimpulan Sederhananya
Komputasi kuantum itu seperti gelombang besar yang masih jauh, tapi sudah terlihat di laut. Belum menghantam pantai hari ini, tapi pasti datang. Perusahaan (dan negara) yang siap lebih awal tidak harus jadi yang tercepat—cukup tidak kaget saat gelombangnya tiba.
Sumber : https://csirt.or.id/