Data Kita Salah? Ternyata Kita Bisa Meminta Perbaikan

By Bidang Persandian dan Keamanan Informasi in Berita Keamanan Siber

Berita Keamanan Siber
Satu huruf yang salah mungkin terlihat sepele. Namun, ketika kesalahan itu muncul dalam data kependudukan, akun layanan, atau catatan penting, akibatnya bisa merepotkan.

Cerita sehari-hari: Nama yang bukan nama saya

Pagi itu, Dedi hendak mendaftar sebuah layanan secara daring. Ia mengisi formulir seperti biasa, lalu memeriksa kembali data yang dimasukkan.

Nama lengkap sudah benar. Nomor telepon juga sesuai. Namun, ketika halaman konfirmasi muncul, Dedi terkejut melihat nama yang tercatat berbeda satu huruf dari nama sebenarnya.

Awalnya ia menganggap masalah itu kecil. “Ah, cuma salah ketik. Nanti juga enggak masalah,” pikirnya.

Beberapa hari kemudian, Dedi kembali menggunakan layanan tersebut. Kali ini, ia kesulitan mencocokkan data pada formulir dengan dokumen yang dimilikinya. Ia harus mengulang proses pemeriksaan dan menghubungi layanan bantuan.

Dedi baru menyadari bahwa kesalahan kecil dalam data bisa menimbulkan urusan panjang.

Kesalahan seperti ini tidak selalu terjadi karena seseorang ceroboh. Bisa saja data salah dimasukkan ketika pendaftaran, terjadi kesalahan penyalinan, atau informasi yang sebelumnya benar belum diperbarui.

Lalu, jika data pribadi kita salah, apakah kita harus menerima begitu saja?

UU PDP mengakui hak untuk memperbaiki data

Jawabannya, kita dapat mengajukan permintaan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur hak Subjek Data Pribadi untuk melengkapi, memperbarui, dan/atau memperbaiki kesalahan atau ketidakakuratan data pribadi tentang dirinya, sesuai tujuan pemrosesan data.

Prinsip ini sejalan dengan Pasal 16 UU PDP yang mengatur bahwa pemrosesan data pribadi harus dilakukan secara akurat, lengkap, tidak menyesatkan, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan kata lain, data pribadi tidak cukup hanya dikumpulkan dan disimpan. Data yang diproses juga perlu dijaga kualitas dan ketepatannya.

Bayangkan jika nomor telepon kita berubah, tetapi sebuah layanan masih menggunakan nomor lama. Informasi penting bisa tidak sampai kepada kita. Atau, jika alamat tidak diperbarui, pengiriman dokumen mungkin menjadi bermasalah.

Data yang keliru juga berpotensi menimbulkan kebingungan ketika digunakan untuk verifikasi atau pengambilan keputusan.

Karena itulah, hak untuk meminta perbaikan data penting bagi masyarakat.

Bagaimana jika kesalahan sudah terlanjur tersimpan?

Misalnya, Dedi menemukan bahwa nama lengkapnya salah tercatat pada akun layanan. Langkah pertama bukan langsung membuat akun baru atau mengirimkan dokumen ke sembarang nomor kontak.

Ia sebaiknya menghubungi pihak yang mengelola data melalui kanal resmi. Dedi menjelaskan bagian mana yang salah, menyampaikan informasi yang benar, dan menanyakan prosedur pembaruannya.

Jika diperlukan, pengelola layanan dapat meminta bukti pendukung yang relevan untuk memastikan bahwa permintaan benar-benar berasal dari orang yang berhak. Bukti tersebut perlu disampaikan melalui jalur yang aman, bukan melalui akun pribadi atau tautan yang tidak jelas.

UU PDP juga mengatur batas waktu tertentu untuk tindakan perbaikan. Pasal 30 mewajibkan Pengendali Data Pribadi memperbarui dan/atau memperbaiki kesalahan atau ketidakakuratan paling lambat 3 × 24 jam sejak menerima permintaan pembaruan dan/atau perbaikan tersebut.

Ketentuan itu merupakan kewajiban bagi pengendali dalam lingkup yang diatur UU PDP. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memastikan permintaan disampaikan kepada pihak yang tepat, tercatat, dan memenuhi prosedur verifikasi yang wajar.

Contoh kasus: Nomor telepon lama masih tercatat

Maya pernah mengganti nomor telepon. Ia sudah menggunakan nomor baru selama beberapa bulan, tetapi sebuah layanan masih menyimpan nomor lamanya.

Suatu hari, Maya membutuhkan informasi penting dari layanan tersebut. Ia khawatir informasi itu justru dikirim ke nomor yang sudah tidak digunakannya.

Maya kemudian membuka kanal bantuan resmi dan meminta pembaruan nomor telepon. Ia mengikuti proses verifikasi yang diperlukan, memastikan nomor baru sudah benar, lalu menyimpan bukti permintaan.

Dalam contoh ini, tindakan Maya bukan sekadar memperbaiki profil. Ia juga membantu mengurangi risiko informasi penting salah dikirim atau tidak diterima.

Hal serupa dapat terjadi pada alamat email, alamat tempat tinggal, nama, atau informasi lain yang berubah. Namun, tidak semua jenis data bisa diubah melalui menu akun biasa. Untuk data yang terkait dokumen resmi atau layanan tertentu, prosedurnya bisa berbeda.

Perlu dibedakan pula antara memperbaiki data yang salah dan mengubah data yang sebenarnya benar tetapi ingin diganti. Keduanya bisa membutuhkan proses dan dasar yang berbeda.

Checklist: Sebelum mengajukan perbaikan data

Agar permintaan lebih mudah ditindaklanjuti, lakukan langkah-langkah berikut.

  • Periksa bagian yang keliru. Pastikan informasi mana yang salah atau sudah tidak mutakhir.
  • Siapkan informasi yang benar. Gunakan dokumen pendukung yang relevan jika memang diperlukan.
  • Hubungi kanal resmi. Jangan mengirimkan dokumen pribadi ke akun atau nomor yang tidak terverifikasi.
  • Jelaskan permintaan dengan spesifik. Sebutkan data yang perlu diperbaiki dan alasan pembaruannya.
  • Minta bukti penerimaan. Simpan nomor tiket, email, atau catatan permintaan.
  • Periksa hasil pembaruan. Setelah permintaan ditindaklanjuti, pastikan data yang tercatat sudah benar.
  • Hindari membagikan data berlebihan. Berikan hanya informasi yang relevan dengan proses verifikasi.
Jika permintaan tidak mendapat kejelasan, kita dapat menindaklanjutinya melalui kanal pengaduan resmi yang tersedia, dengan tetap menyimpan bukti komunikasi.

Penutup: Data yang benar membantu melindungi kita

Kita sering menganggap kesalahan satu huruf atau satu angka sebagai masalah kecil. Padahal, data pribadi dapat digunakan dalam berbagai proses yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

UU PDP memberi dasar bagi kita untuk meminta perbaikan atas kesalahan atau ketidakakuratan data pribadi sesuai ketentuan yang berlaku.

Jadi, jangan buru-buru menerima data yang salah sebagai sesuatu yang tidak bisa diperbaiki. Periksa, ajukan permintaan melalui jalur resmi, dan pastikan hasilnya sesuai.

Menjaga data pribadi bukan hanya soal merahasiakannya, tetapi juga memastikan data tersebut benar.

Pernah menemukan nama, nomor telepon, atau informasi pribadi yang salah tercatat? Jangan abaikan. Cari tahu siapa pengelolanya dan tanyakan bagaimana cara memperbaikinya.

Back to Posts