Shadow IT vs Shadow AI: Mana yang Lebih Berbahaya?

By Bidang Persandian dan Keamanan Informasi in Berita Keamanan Siber

Berita Keamanan Siber
Di era kerja serba digital sekarang, banyak karyawan memakai berbagai aplikasi untuk mempercepat pekerjaan. Kadang niatnya baik: biar kerjaan lebih cepat selesai. Tapi tanpa sadar, kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah keamanan yang cukup serius. Di dunia keamanan siber, fenomena ini dikenal dengan dua istilah: Shadow IT dan Shadow AI.

Apa Itu Shadow IT?
Shadow IT adalah penggunaan teknologi di kantor tanpa izin atau sepengetahuan tim IT.

Contohnya sering banget terjadi, misalnya:
  • Pakai Google Drive pribadi untuk kirim dokumen kantor
  • Install aplikasi manajemen proyek sendiri
  • Mengakses email kantor dari laptop pribadi
  • Membuat server atau cloud kecil untuk proyek tanpa izin

Biasanya tujuannya cuma satu: biar kerja lebih cepat dan praktis. Masalahnya, kalau tim IT tidak tahu ada aplikasi atau perangkat itu, mereka juga tidak bisa melindunginya. Ibarat rumah yang punya banyak pintu rahasia — pemilik rumah sendiri bahkan tidak tahu pintu itu ada.

Lalu Apa Itu Shadow AI?
Nah, Shadow AI sebenarnya adalah “anak” dari Shadow IT.
Istilah ini muncul ketika karyawan menggunakan alat AI tanpa persetujuan perusahaan.

Contohnya:
  • Memasukkan laporan perusahaan ke ChatGPT untuk dirangkum
  • Menggunakan Gemini untuk menganalisis data
  • Memakai AI coding assistant untuk menulis kode aplikasi kantor
  • Mengunggah spreadsheet internal ke platform AI untuk analisis

Kelihatannya membantu banget. Tapi masalah muncul ketika data perusahaan ikut masuk ke sistem AI milik pihak ketiga.

Kenapa Ini Bisa Berbahaya?
Ada beberapa risiko yang sering muncul dari Shadow IT dan Shadow AI.

1️⃣ Data Perusahaan Bisa Bocor
Kalau dokumen internal dimasukkan ke aplikasi luar, perusahaan tidak lagi punya kontrol penuh terhadap data itu. Apalagi kalau platform tersebut berbasis cloud.

2️⃣ Tim IT Kehilangan “Visibilitas”
Tim IT hanya bisa melindungi sistem yang mereka tahu. Kalau ada aplikasi atau perangkat yang dipakai diam-diam, maka celah keamanan bisa muncul tanpa terdeteksi.

3️⃣ Bisa Jadi Pintu Masuk Hacker
Aplikasi yang tidak diverifikasi bisa saja:
  • Mengandung malware
  • Memiliki celah keamanan
  • Atau menyimpan data di server yang tidak aman
Ini bisa menjadi jalan masuk bagi hacker ke jaringan perusahaan.

4️⃣ Masalah Regulasi
Banyak perusahaan harus mematuhi aturan perlindungan data. Kalau karyawan sembarangan memasukkan data ke aplikasi luar, perusahaan bisa melanggar regulasi dan kena denda.

Jadi Mana yang Lebih Berbahaya?
Secara umum:
  • Shadow IT berbahaya karena membuka banyak celah teknologi.
  • Shadow AI bisa lebih sensitif karena biasanya melibatkan data yang sangat penting.

Singkatnya:
Shadow IT membuka pintu.
Shadow AI bisa membawa data keluar lewat pintu itu.

Solusi Biar Aman Tapi Tetap Produktif
Daripada langsung melarang semua teknologi baru, perusahaan biasanya melakukan beberapa hal ini:

✅ Memberi edukasi keamanan digital ke karyawan
✅ Menyediakan alat resmi yang aman
✅ Membuat kebijakan penggunaan teknologi yang jelas
✅ Menggunakan sistem monitoring jaringan modern

Pendekatannya bukan melarang inovasi, tapi mengatur supaya tetap aman.

Intinya Shadow IT dan Shadow AI sering muncul bukan karena niat jahat, tapi karena orang ingin bekerja lebih cepat dan praktis. Namun tanpa pengawasan, teknologi yang seharusnya membantu justru bisa menjadi celah keamanan besar.

Di era AI sekarang, menjaga keamanan digital bukan hanya tugas tim IT. Semua orang di perusahaan ikut punya peran untuk menjaga data dan sistem tetap aman
Back to Posts